Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 November 2017

SUBHANALLAH..7 Sifat Ini Yang Bikin Suami Lancar Rezekinya. No 4 Yang Sedang Banyak Terjadi

Kewajiban mencari rezeki ada di pundak suami. Suamilah yang harus memenuhi nafkah istri, anak-anak dan keluarganya sesuai dengan kemampuannya. Suami adalah pemimpin dalam keluarga, teladan istri dan anak-anaknya.


Suami yang baik akan mendidik istrinya menjadi wanita salehah dan mendidik anak-anaknya menjadi anak yang saleh. Lalu bagaimana ciri-ciri suami yang mudah rezeki itu?

1. Taat kepada Allah dan Rasul-Nya

Seorang suami yang taat kepada Allah dan juga Rasul-Nya tentu akan menjalankan agama dengan sebenar-benarnya, dengan begitu ia akan terhindar dari murka Allah.
Selain itu, ia juga tidak akan pernah lupa untuk mensyukuri segala nikmat dan rezeki yang telah diterimanya.
Sehingga nikmat dan rezekinya tersebut selalu bertambah dan berkembang hingga tercapai kehidupan yang bahagia di dunia dan juga akhirat.

2. Taat dan tidak melupakan kewajibannya

Salah satu kewajiban seorang suami adalah memenuhi kebutuhan anak dan istrinya. Seorang suami yang mencari rezeki secara halal dan baik akan dimudahkan dan ditambah jumlahnya oleh Allah.
Sebab melalui tangannyalah rezeki untuk anak-anak dan istrinya dititipkan.

3. Mempergauli Istrinya dengan Baik

Seorang suami yang mempergauli istrinya dengan baik adalah ia yang tidak menyakiti istrinya, tidak berperilaku kasar dan dzalim. Serta tidak menangguhkan hak istri padahal ia mampu.
Dan selalu menampakkan wajah manis dan ceria di depan istrinya.
Dengan begitu, sang istri akan merasa bahagia terhadap suaminya. Sehingga, kebahagiaan istrinya tersebut dapat menarik hal-hal yang positif dalam rumah tangga termasuk rezeki.
Bukankah telah disebutkan bahwa bahagiakanlah istrimu bila ingin rezeki lancar?

4. Setia dan antiselingkuh

Bila janji setia seorang manusia kepada Allah dengan bersyahadat, maka janji setia seorang laki-laki kepada wanita adalah dengan pernikahan.
Bukan hanya kepada istrinya sebagai belahan jiwa, namun secara tidak langsung ia telah berjanji pula kepada Allah. Seorang suami yang setia akan mendapatkan balasan kesetiaan dan ketaatan pula dari istrinya.
Sehingga akan menghasilkan rumah tangga yang sakinah dan berezeki baik. Bukankah rezeki yang paling utama dari Allah adalah ketenangan?
Dengan begitu, suami istri yang saling menjaga kesetian akan memberikan ketenangan di hati masing-masing.
Sehingga, suami akan tenang mencari rezeki di luar rumah dan istri dengan tenang menunggu suaminya pulang dan ikhlas dengan pemberian suaminya.

5. Rasa cemburu yang sewajarnya

Seorang suami harus memiliki rasa cemburu terhadap istrinya. Namun rasa cemburu tersebut harus wajar dan terpuji.
Sebab, seorang suami yang memiliki rasa cemburu yang berlebihan dan tidak mempercayai istrinya, tidak bisa mencari rezeki dengan tenang dan fokus karena pikirannya selalu tertuju pada istrinya.

6. Selalu menjaga aib terutama istri

Seorang suami sudah seharusnya menjaga kehormatan dirinya dengan menjaga kehormatan istrinya.
Bahkan Rasulullah pernah menyebutkan bahwa orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah adalah seorang suami yang menunaikan hajatnya kepada istrinya dan istri yang menunaikan hajatnya kepada suaminya, lalu suami tersebut menceritakan rahasia istrinya.

7. Mendidik istri dan anak dengan cara Islam

Apabila istri melakukan kesalahan dan tidak taat baik kepada Allah dan juga kepada suaminya, maka sebaiknya seorang suami memperlakukan istrinya dengan cara yang baik dan tidak melukai fisik maupun hatinya.
Tentunya menyakiti hati istri bukan hanya fisik tapi juga jiwanya akan membuat ia menderita dan tidak bahagia. Harus diingat bahwa doa seorang istri yang teraniaya itu akan dikabulkan oleh Allah.
Memang sih tidak ada manusia yang sempurna, tapi jika seorang lelaki memiliki 7 kriteria diatas sudah pantas dong jika dijuluki suami sempurna?










Sumber : tribunews.com

Sabtu, 18 November 2017

JANGAN PELIT Sama Pasangan, Ortu Dan Keluarga.....Rejeki Langsung Berlimpah Ruah.

Siapa yang tahu datang rezeki hari ini? hanya Allah SWT yang mengetahui. Hanya orang orang yang berniat untuk memperbaiki diri dan beristiqomah di jalan-Nya yang pasti dipermudah dalam mendapatkan rezeki yang halal.


Belum lama ini trainer Arya Dewandra yang mengaku sebagai santri Pesantren Suryalaya, menulis status Facebook yang menjadi viral di medsos. Tak kurang dari 50 ribu orang menyukai statusnya dan hampir 100 ribu netizen yang membagikannya.

Statusnya memang menarik. Supaya paham di mana sisi menariknya, yuk baca langsung statusnya di bawah ini:

Dulu, pas awal awal nikah pernah suatu ketika saya iseng bertanya kepada istri begini “Apa yang membuatmu bahagia?”. Lalu dia jawab “Saya ingin perhiasan yang ku lihat di toko emas kemarin”. Mendengar jawabannya langsung dahi ini mengkerut plus dada ini deg degan. Bagaimana tidak, saat itu memang keuangan masih belum baik, eh si dia malah minta beli perhiasan yang harganya lumayan bikin nggreges badan.. Wakakaka..

Namun, benak ini berkata “ah, kenapa saya tidak membelikannya saja? Bukankah dalam akad nikah lalu saya berjanji untuk membahagiakan dia?. Sebenarnya sih uang ada untuk beli itu, tapi kalo sampai kebeli itu barang, nanti biaya hidup gimana? Untuk kebutuhan yang lainnya gimana?”. Terjadilah konflik batin..!

“Ah bodo amat lah.. Sekarang ya sekarang, besok ya besok.! “.

Dan keesokan harinya, saya ngomong ke istri “Yuk kita ke toko emas”. Istri saya jawab “Mau ngapain?” Saya bilang lagi “Loh, katanya pengen emas yang itu? Ayo sekarang kita beli”. Dia jawab “Serius nih?”

Singkat cerita berangkatlah kita ke toko emas. Dan membelikannya perhiasan yang sudah jadi incarannya itu, padahal harganya menguras isi dompet.. Hahahaha..

Melihat raut wajahnya yang senyam senyum sendiri ketika menggunakannya lalu tiba-tiba dia berkata “Emang uangnya masih ada buat besok- besok?. “Ah Tenang aja”. Begitu jawabku dengan pede.

Keesokan harinya, pagi-pagi sehabis sarapan ada telpon masuk, ku angkat lalu di suara telpon bunyinya begini “Selamat pagi pak Arya, kita deal tanggal sekian ya fix untuk 70 orang”. Saya masih agak sedikit plonga – plong dan bingung, ternyata yang telfon itu adalah salah seorang menejer perusahaan yang dulu sempet pernah meminta saya untuk mengisi training karyawannya. Sebelumnya sih saya memang pernah dihubungi orang tersebut untuk meminta mengisi training korporat, tapi itu belum pernah deal. Lha kok tau tau ini ditelfon malah deal, aneh..! Lalu si menejer bilang “Pak, nanti saya transfer Dp nya ya? “. Beberapa saat kemudian dia konfirmasi bahwa beliau sudah transfer. Saya cek, waoww nominalnya gede banget. Asli kaget saya.. Dp nya saja segitu, lah terus di bayar berapa gue..?? Ini diluar dugaan karena Dp nya saja melebihi tarif yang biasa saya tetapkan.. Alhamdulillah.. Diterima saja.. Hahahaha..

Setelah beres semua pekerjaan saya di beri sebuah amplop. “Ini pak Arya sisanya, terimakasih atas training yang bapak berikan, luar biasa kita puas. Insya Allah nanti kita tetap bisa bekerja sama” begitu kata sang menejer sambil menyerahkan sebuah amplop. Tadinya gak sempat saya cek karena capek banget dan langsung pulang. Dan sesampainya di rumah saya buka itu amplop. Waoww.. Saya kaget untuk yang kedua kalinya. Ini gede banget, saya dibayar dengan fee yang sangat gede, 10x lipat dari harga perhiasan yang tadi.. Hahahaha..

Skip.. Skip.. Skip.. (biar gak kepanjangan ceritanya.. Hehehe)

Setelah kejadian itu, saya mikir kok bisa terjadi seperti itu ya?? Namun terjawab sudah.. Dan saya makin ‘ngeh’ ternyata membahagiakan pasangan itu melipatgandakan rejeki. Dan entah mengapa sejak saat itu pula saya sering royal dengan istri dan keluarga terdekat. Apapun yang mereka mau saya upayakan. Untuk apa? Tidak ada kata lain selain untuk membahagiakan mereka. Yang bikin emejing itu, bukannya uang habis tapi uang makin nambah, nambah dan terus nambaaaah.. Dan ini selalu terbukti.!

Tapi sayangnya, hal ini gak banyak orang yang percaya. Dikiranya ini cuma cerita motivasi biasa.. Hahahaha.. Justru betapa banyak saya melihat seorang suami terlalu perhitungan dengan istrinya, apalagi dengan keluarga sekitarnya. Maaf, bukannya menyindir para suami lho ya.. ini fakta… (Fakta yang amat pahit di terima.. Hehehe). Yang lebih aneh,ada sebuah fenomena dimana saat ini banyak orang yang hobinya sedekah gila gilaan hingga kemana-mana, tapi keluarga dekatnya di cuekin,bapak ibunya gak di nafkahin, mertuanya gak di santunin, adek adeknya, dan saudara lainnya di cuekin. Giliran kalo orangtuanya sakit sakitan dan mau mati baru di deketin (biar kebagian warisan). Wakakaka..

Dan yang paling parah itu orang yang sedekah diluar banyak, tapi untuk istrinya sendiri ampun pelitnya setengah modyar. Untuk sekedar ngasih uang buat beli bedak & lipstik untuk istrinya saja masih mikir. Gitu katanya istrinya sudah tidak cantik lagi, lha wong uang perawatan saja gak dikasih kok di suruh cantik gimana cobak? Dasar pekok… wakakaka..

Makanya, kalo ada yang tanya ke saya “Pak, gimana caranya supaya banyak rejekinya?”. Paling paling saya tanya balik gini :
“istrinya udah bahagia belom?”
“Anaknya udah bahagia belom?”
“Orangtuanya/mertuanya/ dan atau keluarga dekatnya udah bahagia belum?”

Padahal kalo mau mengupayakan kebahagiaan untuk mereka semampunya saja, itu sudah bisa membuat rejeki datang bertubi-tubi,bahkan berlipat lipat.

Jadi, siapa saja yang mau melipatgandakan rejekinya, gak usah lah anda repot repot nyari dukun minta ajimat, omong kosong itu..! Karena sesungguhnya anda punya ajimat yang ampuh. Ajimat itu adalah pasangan anda, orangtua anda dan keluarga dekat anda. Beri mereka perhatian dan bahagiakan mereka semampunya. Dan ingat , ini bukanlah teori motivasi yang sekedar basa basi. Ini adalah hukum alam alias sunatullah. Kecuali kalo anda gak percaya adanya Tuhan.








Sumber : datdut.com

SUBHANALLAH...Dulunya Suka Begal...Akhirnya Tobat Gara-Gara Mendengar Ayat-Ayat Qur'an. Dia Adalah Fudhail Bin Iyadh

Dikisahkan dalam kitab Ar-Risalah Al-Qusyairiyah (h. 424) bahwa Fudhail bin Iyadh, sufi besar abad ke-2 hijriah dulunya dikenal sebagai begal yang sadis. Tak ada orang yang berani melewati jalan yang dikuasai oleh komplotannya Fudhail bin Iyadh.


Ada yang unik di dalam jalan pertobatannya. Ia tobat karena naksir seorang gadis. Ketika ia memanjat tembok untuk bisa melihat dan bertemu gadis itu, ia mendengar seseorang yang sedang membaca surah Al-Hadid, 16 berikut:

“Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk secara khusyuk mengingat Allah?”

Mendengar bacaan ayat itu, Fudhail berkata lirih, “Tuhan! Sudah tiba waktunya.” Sejak saat itu dia bertobat. Malam itu dia langsung berhenti jadi begal. Lalu pergi ke Masjidilharam dan menghabiskan sisa umurnya di Baitullah hingga ajal menjemput.

Ali bin Khasyram berkata, “Seorang tetangga al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah menceritakan, dulu al-Fudhail bin Iyadh membegal (merampok) sendirian. Suatu malam ia keluar untuk membegal, ternyata ia mendapati suatu kafilah (rombongan dagang) yang kemalaman. Seorang di antara mereka berkata kepada yang lainnya:’Mari kita kembali ke kampung itu, karena di hadapan kita ada seorang pembegal yang bernama al-Fudhail.’ Ketika al-Fudhail mendengarnya, ia menjadi gemetar lalu berkata:’Wahai sekalian manusia, aku al-Fudhail. Silahkan kalian lanjutkan perjalanan. Demi Allah, aku akan berusaha untuk tidak bermaksiat kepada Allah selamanya.’ Lalu ia kembali (bertaubat) dari jalan yang pernah ia tempuh (membegal).”

Diriwayatkan dari jalur lainnya bahwa ia (al-Fudhail) menjamu mereka (mengajak mereka bertamu ke rumahnya) pada malam itu, dan berkata, “Kalian aman dari al-Fudhail.” Lalu ia (al-Fudhail) keluar untuk mencari rumput untuk tunggangan mereka. Lalu ia kembali mendengarkan seseorang yang sedang membaca,

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللهِ وَمَانَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلاَيَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ اْلأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ

”Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah.” (Q.S. Al-Hadiid: 16)

Ia menjawab, ”Benar, demi Allah, sudah tiba waktunya.” Ia pun mulai menangis dan beristighfar. Inilah awal taubatnya.

Ibrahim bin al-Asy’ats berkata, “Aku mendengar al-Fudhail pada suatu malam membaca surat Muhammad sambil menangis dan mengulang-ulang ayat ini,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَا أَخْبَارِكُمْ

”Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu; dan agar Kami menampakkan (baik buruknya) hal ihwalmu.” (QS. Muhammad: 31)

Ia mulai membaca firman-Nya: وَنَبْلُوَا أَخْبَارِكُمْ (Dan Kami menampakkan hal ihwalmu!) Ia terus mengulang-ulang ayat tersebut sembari berkata, ”Kami menampakkan hal ikhwal kami, jika Engkau menampakkan hal ihwal kami (di hadapan manusia) maka Engkau membuka aib kami dan menyibak tirai kami. Jika Engkau menyatakan hal ihwal kami, Engkau membinasakan kami dan mengazab kami.”

Aku mendengarnya berkata (kepada dirinya sendiri), ”Kamu berhias karena manusia, kamu bersandiwara untuk mereka, dan bersiap-siap untuk mereka. Kamu terus berbuat riya’ sehingga mereka mengakuimu sebagai orang shalih. Lantas mereka memenuhi berbagai kebutuhanmu, melonggarkan (melapangkan) untukmu tempat duduk dalam suatu majelis, dan memuliakanmu. Kerugianlah yang kamu peroleh; betapa buruk keadaanmu, jika demikian perihalmu!” Aku mendengarnya berkata, ”Jika kamu mampu agar tidak dikenal, lakukanlah. Tidak mengapa bila kamu tidak dikenal, tidak mengapa bila kamu tidak disanjung, dan tidak mengapa kamu dicela oleh manusia asalkan kamu terpuji di sisi Allah.”

Allahu Akbar! Semulia ini derajatnya, yakni jiwanya menjauhi harta duniawi dan dosa. Sampai-sampai jika engkau melakukan kebajikan, engkau tidak menginginkan seorang pun yang mengetahuinya. Bahkan seandainya orang-orang melihat segala kebajikanmu, maka engkau menilai perbuatanmu sebagai riya’. 
Betapa mengherankan apa yang dilakukan kaum yang dungu pada zaman ini! Yaitu para pengklaim, kaum yang melakukan kerusakan di muka bumi, dan kaum yang tiran lagi zhalim, mereka senang sanjungan, pujian, dan kemuliaan semu, yang menunjukkan kekosongan dan kekerasan dalam jiwa, ruh dan hati. Sungguh celakalah orang-orang yang keras hatinya dan orang-orang yang terpedaya. Demi Allah, Mereka adalah manusia yang paling menderita; karena mereka menghalangi diri mereka merasakan lezatnya kedekatan dengan Allah, cinta karena Allah, dan menangis karena takut kepada Allah. Karena itulah, seorang shalih pernah ditanya tentang pernyataannya:”Seandainya para raja mengetahui Allah, lezatnya kedekatan dengan Allah, meninggalkan negeri yang penuh tipu daya, dan dengan berdzikir, maka kegembiraan akan berlangsung terus.”

Dinukil dengan sedikit perubahan dari buku Air Mata yang Menetes Karena Allah, Kisah Tangisan Para Nabi, Sahabat dan Orang Shalih karya Muhammad Izzat Muhammad Arif’, diterbitkan oleh Pustaka Darul Haq.






Sumber : kisahmuslim.com